Senin, 08 September 2025

BUKTIKAN KEDERMAWANANMU












*"TEKMU NIH, TEKKU OJO"

*KARENA KETERPAKSAAN dan ADANYA USAHA PENGEJARAN

*KARENA BELAJAR dari GOOGLE MAPS

KRONOLOGO TERBITNYA SURAT NOMER 1

Kisah nyata sesuai fakta dari suatu daerah

A : pengejar pemburu ulung, sebenarnya bagi P "A" adalah orang yg sangat berjasa.

P : pemilik lahan

Sesungguhnya pengejaran oleh A untuk dijadikan sebagai sarana jalan umum sudah terjadi berulang kali, tapi si pemilik tetap bersikukuh tidak mau.

A : kalau tidak dijadikan jalan umum tidak mendapat bantuan.

Pemilik : ya sudah, jalan ya jalan kami sendiri, nanti biar kami bangun sendiri.

Pemilik tetap pd pendiriannya, sampai suatu waktu A bersama kakak P datang ke rumah P dengan tujuan untuk pengejarannya, sampai pada situasi seolah antara P & kakak P diadu (di sini P melihat adanya kekejian), sehingga kakak P marah sampai sambil berdiri (mengajak pertengkaran). Karena P merasa diadu & demi menghindari pertengkaran keluarga maka P mengiyakan, kabar yg sampai kpd P bahwa si A menggunakan jurus "dilunasi kalau jalan sdh clear menjadi jalan umum" (padahal A adalah orang luar, sepertinya jadi maklarnya), sehingga dengan terpaksa & berat hati muncullah surat nomer 1 demi menghindari pertengkaran keluarga antara P dan kakak P.

Mungkin kebanyakan orang juga akan berbuat seperti yg dilakukan oleh P, mengapa? Karena tanah tsb dijual utk tujuan yg tdk layak, sehingga P berupaya untuk memberi kesadaran kpd kakaknya dan untuk tdk menjual tanah pemberian orang tua utk tujuan yg tdk layak. Ada tetangga P yg bilang "walaupun aku punya uang tapi kalau diminta untuk membeli tanah itu aku tdk mau, krn aku tahu utk apa tujuan dari penjualan itu". Dan lagi ada yg bilang "spt itu tdk sah, krn tahu tujuannya". Tapi A adalah seorang kyai besar yg berpengaruh & berwibawa, jadi mungkin punya dasar sendiri dengan ilmunya yg selangit.

KRONOLOGI TERBITNYA SURAT NOMER 2

Karena P merasa tertekan & berat hati melepaskan haknya maka P mengajukan syarat2, maka muncullah surat nomer 2 guna menyanggah atas keabsahan dari isi surat nomer 1. Secara keumuman logika apakah mungkin surat nomer 2 muncul kalau keadaan isi dari surat nomer 1 tudak bermasalah? Bisa dilihat tanggal terbitnya saja sama. Mengapa surat ke 1 sampai ke kelurahan sedangkan surat yg ke 2 tidak? Itu sebenarnya keduanya akan diajukan ke kelurahan semua, tapi si A tdk mau / keberatan, krn kalau surat yg ke 2 naik juga ke kelurahan maka surat yg ke 1 bisa batal terlegalisir, sampai di sini demi menghindari perkelahian keluarga maka P tetap mengiyakan.

Si A sudah senang dgn wajah berseri-seri, lalu dibabatlah pagar hidup miliknya, dan anak2 kecil bersorak sorai "jalan umum ...x". Mengapa anak2 kecil bisa bersorak sorai seperti itu, sapa sing mulang? (ini nyata), si P diam & bergumam "nanti tunggulah saatnya".

A mulai mengejar ambisi proyeknya (krn sudah terbiasa dalam pengejaran dgn jurus ambisi walau terkadang terpatahkan) dengan modal surat ke 1 (yg belum jelas / tdk ada kredibelitasnya) mulai menjalankan usaha proyeknya, tanpa menyenggol / melibatkan P sama sekali dan dgn tdk ada sepatah katapun kpd P (sungguh keji & kejam dholim sifatnya) lahan jalanpun mulai dibabat dibangun dikerjakan ((yg mengerjakan proyek adalah orang luar semua, P tdk terima dgn keadaan spt ini, P mencak2 sehingga pekerja proyek kebingungan sehingga sampai2 ada pekerja proyek yg berkata "dari pada kerja yg keadaannya seperti ini kami mending pulang mas", lalu mandor menelephon, entah siapa yg dihubungi, kemudian datanglah salah seorang yg mengurusi proyek mendatangi P dan dia berkata "maaf pak, kami tdk sempat menemui bpk", P bergumam dlm hati "knp tdk sempat, lha dianya berulang kali datang ke rumah A (sebelah rumah P)". Kenapa yg datang ke P tdk langsung A? Lalu P menjawab ke dianya tanpa melihat status dianya sbg pejabat "semua tergantung tembungnya to pak? Mosok bangun jalan kok angger brak bruk - brak bruk tidak punya sopan santun, tdk punya unggah ungguh, tanpa omongan sepatah katapun & tanpa menghiraukan yg punya lahan jalan? Orangnya saja yg sepertinya dingklak-dingkluk kuplukan kayak kyai tapi kelakuannya?", lalu dianya berkata lagi "sekali lagi maaf yg banyak pak", P menjawab "ya sudah pak, sudah cukup, saya tinggal dulu mau belanja")). P bergumam "yg kehilangan sini yg dapat proyek sana, ya monggolah, wong mereka ngertinya itu duwit & pangkat, tanpa menghiraukan perasaan orang lain & tdk mau tahu hak orang lain". (Di sisi ini A tdk mau tahu bahwa dirinya telah berbuat dholim. Bila mau disangkal ya silakan).

Kalau ada yg bilang "kok ribut, lha wong jalan dibangun dipaving, diam2 saja, meneng wae" itu salah besar, tanpa mengetahui dalam akar perkara aslinya tetapi banyak bicara cang cing cong ora nganggo akal (jarene nak ora manut & dukung arep dadi apa?), ya maklum kan kroninya, tapi ya sudah itu sudah kebiasaan mereka, maklum namanya saja sudah kebiasaan. Kalau pavingnya mau dicongkeli / diambil lagi ya monggo. Ini utk mengisolasi bibir yg suka cang cing cong, tapi kalau bibir itu liar ya percuma saja, malah kadang tambah jadi semakin liar.

Ada lagi yg bilang "kere kok sombong", mempertahankan hak dibilang "sombong", aneh. Ya begitulah kalau orang tdk ngerti, ngomonge sakgeleme dw & sdh biasa.

Ada yg mengingatkan "kemungkinan besar ini akan dikejar terus sampai ketangkep", nanti di bawah ada cara termudahnya, hanya modal pakai "abab", mau?

Sambil menunggu waktu pelunasan, P mencari kabar tentang pelunasan, sampai akhirnya sampailah kabar waktu pelunasan itu, kemudian P bertanya ke seorang perempuan "bagaimana kefahaman anda tentang status jalan ini?", dia menjawab "ya jadi jalan umum, krn kakakmu sdh memberi setengah jalan" (ini tdk memberi setengah lahan jalan, tapi hanya utk izin lewat sementara, karena beda harga yg jauh, tetapi menurut hitungan P adalah minimal 1:3 (kalau tanah luar & tanah dalam)), dlm hal ini si A adalah orang lain / orang luar yg tdk punya kapasitas sama sekali dlm hal ini, yg hanya punya ambisi pribadi mengejar tanpa mau ikut berkorban (ini bisa diartikan / dilihat dari perjalanan kisah), tapi yg enak memang begitu (ora kilangan), tapi jangan dikira semua orang itu bodoh, lalu P menjawab "tdk bisa to Mbak, ini tetap jalan saya, untuk orang lain itu ada hitungannya sendiri, walaupun saya sudah bertanda tangan, tapi dalam proses sertipikat nanti krn isi surat tdk sesuai dgn keadaan aslinya maka saya tetap tdk mau tanda tangan, krn ini tetap jalanku". Kemudian sampai suatu waktu si P memberanikan diri menulis di pintu masuk jalan "JALAN HM PRIBADI, BUKAN JALAN UMUM" yg sontak agak mengagetkan dan pada ribut karenanya (arep dicap licik judes kolot sombong nesunan ya sakkarepe, P wis wareg mangan cap kaya mengkono, krn wis gaweane ngecap, tapi sing luwih super licik dan lain sebagainya kuwi sapa? Stempel gaweanmu ora nggarai pateken (jare guru besar)). Kemudian suatu saat ada orang yg ingin bermain ke rumah P, ada yg nylonong bicara keras "jgn ke situ, itu jalan pribadi", P tertawa kecil dlm hati "tdk boleh ya silakan", dari insiden ini anak P pun ikut kena boikot. Sampai2 bila P pergi lewat, banyak sekali orang yg terlihat khusu' melebihi khusu' shalatnya yg sehingga tdk mau melihat P melintas dan itu sptnya terjadi hingga sekarang, dan bila ingin diperpanjang hingga dibawa sampai mati ya silakan itu hak mereka, lalu apa kewajiban mereka? Mereka yg tahu, dan yg tenar bahwa mereka adalah keluarga besar kyai, ora iso salah / disalahno, malati, kayake wis dianggep koyo pengeran. Tdk spt P yg hanya spt kecebong yg rendah, dicap licik, bodoh dan dungu.

Kemudian sampai suatu waktu A menanami kembali pagar hidupnya, gumam P dalam hati "terserah, mau ditanami lagi atau ditembok setinggi langit ya silakan, itu hakmu. Apa2 yg ada dalam kekuasaanmu pasti dipagar tetapi kenapa kalau orang lain tdk boleh?". Dari kisah ini menunjukkan bahwa si A mempunyai kepentingan pribadi dalam pengejaran ini, ini tdk bisa dipungkiri. Lalu apa kapasitas si A dalam hal masalah lahan jalan ini? Ikut dalam status pemilik kah? Keluarga si P kah? Mau tahu diri itu memang sulit & terkadang terasa berat.

Ralas pakai hati nurani & pikir pakai akal yg sehat, sehingga bisa melihat kebenaran.

"Wong pelit ngongkon lumo, akeh tunggale ning dunyo", makanya buang jauh2 prinsip "TEKMU NIH, tapi TEKKU OJO", ini prinsip yg memalukan. Yg baik adalah sama2, sama2 berkorban, jadi tdk menimbulkan masalah.

Suatu waktu ada sesorang (sebut saja X) yg bermain ke rumah P, padahal P tdk berbicara dalam masalah jalan ini, tahu2 X berbicara "biar, besok sepanjang jalanku pol kidul mau saya pagar tembok saja". Lalu P menjawab "ya jangan begitu, dirembug (dibicarakan) dahulu dengan baik2, dirimu kan keponakan, jangan spt aku orang lain yg ibaratnya nasi sdh menjadi bubur". Lalu X "lha bagaimana lagi, lha pihak dari sana tdk mau sama2 kehilangan kok?".

Di suatu waktu di daerah agak jauh saat bermain TV, tdk ada angin tdk ada hujan, tahu2 tuan rumah berbicara "lha ya, mosoko tetanggaku tahu2 menemuiku mau minta jalan, ya saya tdk boleh, kalau mau hitung²an permeter 2 juta ya silakan, tanah mahal he", si pemain TV bergumam dlm hati tanpa menjawab "sama masalahku, itu mungkin timbul dari perasaan grundel (jengkel) dari dirinya", dan biasanya yg spt itu akan menimbulkan masalah & berbuntut panjang.

Dan ternyata masalah spt ini banyak sekali terjadi di mana-mana, mengapa? Krn ada pihak lain yg tdk mau ikut sama2 berkorban, lha mosoko yg pertama disuruh memberi tahu orang sebelahnya bahwa dirinya akan membuat jalan, ya kalau mau? Kalau sebelahannya menjawab "saya tdk butuh" kan ya malu. Sebaiknya / seharusnya yg sebelahannya mau tahu diri, kalau sama2 butuh ya merapat mendekat utk ikut berkorban materiil (gampangane radi kasar sitik _ maaf "otakmu di mana?").

Sebenarnya yg diinginkan P adalah "SAMA-SAMA", kalau P ± 3m X 40m ya yg lain juga sama 3m X 40m (= 6m X 40m, dapat digunakan untuk acara besar, spt 17an dll, tapi sptnya tdk bakalan bersedia), kalau P 1,5m X 40m ya yg lain juga sama, atau ganti ½ jalan dgn lahan yg sekelas, atau berupa uang 150 jt & semakin lama semakin mahal, dll opsi serupa. Jangan hanya orang lain yg disuruh cari pahala tetapi dirinya tidak mau pahala, kan aneh.

Ada yg bilang "walau bagaimanapun, yg namanya keluarga tetep belani keluargane walaupun ngerti bila salah, tetapi mungkin sepertinya orang lain sudah pada tahu titik persoalan sebenarnya".

_______________________________

SAPA THO SING KUAT SINGGUNGAN KARO A, LHA DIUBENG2AKE WAE WIS PADHA BINGUNG. LIHATLAH SEGALA SESUATU DGN MATA & HATI TERBUKA, JANGAN MAU DIBUAT BINGUNG. NAK NUNTUTE DADI DALAN UMUM, MAAF P ORA BISA. NAK NUNTUTE DADI DALAN UMUM YA ANA CARANE, UTAWA JALUKO MAKLARMU, MAKLARMU WONGE YA LUMO, MESTI DIWENEHI, OJO JALUK P, P WONGE PELIT. IKI DALAN URUSANE P, NAPA A MELU2. MAAF, P NAK OLEH JENENGI, IKI ARANE NGEMIS TAPI MEKSA. Ojo dikira P ora ngerti kira2 maksud sepak terjange.

MULANE NAK GOLEK PANGGON KUWI OJO PISAN2 CEDAK KARO TUKANG SULAP LAN TUKANG GAWE TALI TAMBANG.

Gelem apik karo wong kere elek ya alhamdulillah, ora gelem ya monggo, sakkarepmu, ya tetep alhamdulillah, ora gelem ya ora pateken.

==========================

= OPSI PENYELESAIAN =

(1) TERMUDAH. Mau hadiah jalan umum gratis? Mudah saja.

Ada yg mengusulkan / menganjurkan untuk diadakan SUMPAH saja, setelah dipikir pikir ini sepertinya masuk & bagus, realistis, maka P merasa cocok dengan cara ini.

(Di antara mereka pernah ada yg mengatakan "urusan akhirat urusannya besok", coba buktikan ucapan itu dengan SUMPAH ini kalau berani, akan ada yg mengacungi 4 jempol)

Asalkan A dan beserta semua kroni2 pendukung A bersedia bersumpah (kan krn utk menuju jadi jalan umum, jadi pahlawan nan dermawan) dengan semisal bunyi sumpah (perilaku bathin dihukumi spt bathinnya. Nak wani lho tak weruh wonge) :

Dengan dibacakan isi surat no.1 1X dahulu kemudian bersumpah "Kami bersumpah atas nama Allah SWT. Demi Alloh SWT kami bersumpah bahwa keadaan dari suasana isi hati P & keluarganya adalah sesuai dengan isi surat pernyataan tersebut & 100% sesuai dgn isi teksnya, tanpa adanya sifat keterpaksaan dari P & keluarganya, dan bahwa si P & istrinya dalam menanda tangani surat tsb tidak dalam keadaan sifat terpaksa dan dgn penuh kerelaan hati mereka berdua. Bila kami berbohong maka kami dan semua keluarga anak turun kami siap mati suul khotimah dan masuk di neraka selamanya dan siap untuk mendapat la'nat dari Alloh SWT di dunia & akhirat dan semoga hidup kami beserta semua keluarga anak turun kami hidup dalam kesukaran & kesengsaraan _ hina & terhinakan, karena kami betul-betul mengtahui dengan sesungguhnya. Amiin 3x". Diulang 3x.

Bersedia? Kalau gentleman pasti berSEDIA karena P sudah merasa sangat cukup dengan pengucapan SUMPAH tsb. Setelah selesai pengucapan sumpah seperti tersebut, P pun akan dengan rela hati menyerahkan sertipikat tanah milik P (nomer 3 walau sebagai pemenang sementara) untuk dirubah sebahagian sesuai ukuran jalan utk dijadikan sarana jalan umum. Jangan ragu, temui P dan P tdk akan mengingkari, karena bagi P nilai dari tanah jalan tersebut tidak ada apa2nya dengan nilai sumpah spt di atas. BUKTIKAN, demi mengakhiri masalah ini, tapi kalau mau di bawa sampai mati ya silakan, atau silakan diam2 saja & tetap dalam usaha pengkaburan, karena walau bagaimanapun PEMENANG SEMENTARANYA ADALAH NOMER 3. Silakan saja tetap semena-mena & agung2kan fungsi pengaruhnya pada masyarakat. Sebarkanlah opini pemelencengan utk P, itu sudah biasa bagi P, wis wareg awit nom2ane P.

Yang dalam posisi benar tidak usah merasa takut & gentar, kalau A + kroni2nya merasa dlm posisi benar ya silakan tampil & buktikan. Gawe apa sumpah² segala, kan wis ana surate? Ya sak karepmu, tapi secara tdk langsung berarti mengakui posisi ....h. Surat apa sing kok gung2ake? Surate P lho luwih kuat, lemahno uwahano karo tindakanmu. Ojo main serobot, gawe opini sing mlenceng saka kabeneran.

Kan enak, spt cara bicaranya orang pada umumnya "mung udu abab (mengucap sumpah itu) tapi intuk lemah dalan gratis", tapi pikirkanlah akibatnya, karena Alloh SWT tdk tidur.

(2) Padha urune, padha kilangane / tukar guling (kaya arep turu bae), kabeh mau sing sepadhan.

(3) Pemusnahan surat no.1 yg dipegang dikuasai oleh A dan surat no.2. (Lha ngko nak dijaluk anak putune P piye? atau angan2 semisal. Urip kuwi ojo gampang kepangan isu / hoax, mlakuho sing cetho jejek pendiriane. Intine nak jaluke kon dadikake dalan umum ya bayaro utawa semisale. Janjane padha paham ngerti dalan umum apa ora tha?). "Tapi logikane nak tuku lahan tanah nak ora ana dalane, wonge sing tuku lak ya ora gelem?" (Dll, gaweo opini saksenengmu gawe benerake awakmu dw, godoko sing mateng nganti gosong).

Bila salah satu opsi terlaksana maka dianggap selesai, dan bila tdk satupun opsi terlaksana dan di google maps masih ada gambar denah jalan dimaksud maka sama diartikan menyengaja membuat resah P maka selanjutnya P akan memperlakukan jalan dimaksud sesuka P setelah batas waktu yg ditentukan dgn acuan surat no-3, dan jadi jangan salahkan P bila kedepan ada ketidak nyamanan (mbuh ana truk ngising dll, karena telah lama sekali menyebabkan rasa kehidupan P resah & tdk nyaman), bahkan bisa saja fisik dari jalan dimaksud akan hilang (ya tha terbukti tha? Sakkarepmu. Nak ngajak menang2an ya P nganggone surat no.3). Itu semua adalah buah kesalahan A (wong ora bisa salah kok disalahno, aneh, orang luar sing senengane ngurusi urusane liyan), tapi nak nyalahno P ya sakkarepmu, tapi memang opini ning jaba sing diGAWE ya P sing salah. P disalahno ya tetep surat no.3 sing dadi pemenang sementara, P ora butuh pengakuanmu. Setelah pemberitahuan ini (sampai batas waktu 31 Agustus 2020) tidak ada opsi yg berlaku, maka segala keluhan atas ketidak nyamanan akan P abaikan, mohon catat ini. Ngeluho maring A, jaluko suwiwi maring A, kerono sakngertine P dalanmu mlebu iku lewat A, sapa sing janjini?. Awit mlebu bae prahupane wis nandaake yen wis kepangan isu hoax lan dipangan mentah. Nak diubeng2ake ojo bingung, sing fokus, ojo gelem didadikake wayang ora duwe pendirian. (Sakwene bangun cuma ana 1 bapak2 sing gelem ngajak ngomong lan campur guyon, katon loyal & ora nyampur adukake masalah, ngene iki sing bener, dadi ora angger melu2 ora ngerti genahe. Mbuh bapakne sapa, tapi terus terang P ijik terkesan).

Arep percaya A ya silakan, arep percaya P ya ati2, P wonge ngapusinan, licik dll sing elek2. Itu hak-e olehe ngarani.

Jangan pernah A (atau bersama lainnya) merasa tdk faham atas semua itu karena itu semua akan diabaikan, apa ada kyai tdk limpat / pandai? Beranggapan tdk faham ya silakan lan terusane, karena itu artinya menyengaja membuat resah P. Ditanggepi karepe - ora ditanggepi ya ngko bisa nyata.

Dari semua opsi di atas tidak berlaku sebaliknya, dan P tetap focus pandangan ke depan pada surat no.3.

________________________________

BAGI P INI KISAH PILU & MEMILUKAN, mengapa? Karena mereka yg tidak tahu duduk persoalan yg semestinya juga ikut campur dan ikut mengintimidasi, ya maklum mereka mungkin sbg kroni & keluarga besar yg tdk bisa salah / dipersalahkan. Sampai bila ada (banyak / kerap kali) yg menginginkan suatu perubahan keadaan di wilayahnya yg dapat dilakukan hanya bisa bilang 'menunggu' (ini nyata), tetapi mereka tdk tahu / tdk merasa, yg mereka tahu hanya mereka merasa tersanjung, mereka benar tdk bisa salah & berkuasa. Pada suatu saat (kisah) ada yg meminta utk diadakan suatu perubahan yg mana keadaan sesuatu tersebut itu merupakan hasil dari ambisi pribadi yg dikira tdk ada orang lain tahu persoalan itu. Mengapa ada yg meminta perubahan ke orang yg dimintai? Mungkin karena ada yg melihat (seolah / dikira) ada seseorang yg bisa / berani utk mengadakan suatu perubahan di atas tantangan besar.

" RAHASIA KUNCI HIDUP SUKSES & BERPENGARUH di DAERAH INI "

1. Jilat kaki A & merapat.

2. Salah 1nya ini : jauhi kehidupan keluarga P. (Ini sering kali P sampaikan / lontarkan kpd orang lain yg terlihat terkena imbas dari kedekatannya kpd P, dgn semisal "kalau kamu ingin bisa seperti dulu lagi, ini kuncinya 'menjauhlah dari kehidupan keluargaku, & kalau bisa fitnah + jelek2an keluargaku, ini kayake manjur", dan tdk lama setelah itu terbukti juga hasilnya, kabeh ya wis kersana Sing Maha Kuasa, ngepasi. Tapi jangan lupa ada tanggungjawab & akibatnya, dan ketahuilah bahwa لاحول ولاقوة إلا بالله =

MAAF, DITULIS KARENA KETERPAKSAAN, KARENA ADANYA USAHA PENGEJARAN & USAHA PENGKABURAN PADA PUBLIK DARI YANG SEBENARNYA, DAN HANYA UNTUK MEMPERTAHANKAN HAK

MAAFKAN ATAS SEMUA & KATA2 YG TIDAK PANTAS

NB :

# Silakan sesuka hati membuat mencari alibi yg lain, yg terpenting 100% faktanya begitu.

SURAT YG KE-2 NILAINYA MENGGUGURKAN KEABSAHAN ISI DARI ISI SURAT YG KE-1 (KALAU PAKAI HATI + OTAK BERSIH, TAPI KALAU MAKAINYA AMBISI & OTAK KOTOR YA TIDAK TAHU. {Di dlm surat no.2 tertera "... tetap milik ...", lha carane piye? Apa hubungane karo surat no.3?} ). Postingan ini menunggu tindak lanjut sampai penyelesaian masalah kelar, dan bila tidak ada yang merapat ke P maka sifatnya isi dari pemberitahuan ini diartikan siap untuk dilaksanakan.

Pelajaran yg dapat diambil : KALAU SUDAH TERBIASA BERBUAT DHOLIM KEPADA ORANG LAIN MAKA KADANG TIDAK AKAN TERASA KALAU DIRINYA TELAH MENDHOLIMI KEPADA LAINNYA.

SEMOGA ADA PEMBELAJARAN BAGI YG LAIN, JANGAN ASAL OTAK-ATIK GATUK.

NB

# Ngolah IQ

# Buka mata hati & telinga

# Arep mecucu terus, arep mlingos terus, ora gelem weruh ya karepe, jarene guru besar "ORA PATEKEN".

# Ojo susah yen diarani sombong + diarani nesunan + ora disenengi + dll, kerana padha ora ngerti ASLINE apa kejadian sing sakbenere. Ora arep manggul STEMPEL sing digawe. Ya iku susahe cedhak pesulap + tukang gawe tali tambang.

##########################

Pada 6 Oktober 2025 telah sampailah kabar bahwa mereka tidak mau ketiga opsi penyelesaian di atas yang mana dari kabar tersebut bisa ditarik kesimpulan (mungkin benar) :

Untuk opsi 1 dapat diartikan bahwa mereka mengakui ketidak absahan (tidak sesuai kenyataan) dalam isi surat nomer 1.

Untuk opsi 2 berarti mereka 100% sudah tidak mau saling kehilangan (yang kabarnya katanya karena untuk saat ini belum membutuhkan).

Untuk opsi 3 yang berarti bahwa mereka akan tetap melakukan pengejaran walau bagaimanapun caranya. Untuk  penghentian pengaruh berkepanjangan dari isi surat nomer 1 dan 2 maka selayaknya fisik dari surat nomer 1 dan 2 harus dimusnahkan bersamaan.

Tanggapan atas kabar tersebut :

Itu semua adalah hak mereka dan begitu juga sebaliknya bahwa P juga punya hak untuk memperjuangkan hak milik P. Cuma apa sebenarnya kapasitas A dalam hal ini? Yang sehingga bisa terbit sertifikat tanah yang menyerobot lahan milik orang lain (entah berapa jumlahnya? Mungkin bisa sampai 5 sertifikat tanah) yang tanpa sepengetahuan, tanpa persetujuan dan tanpa melibatkan orang lain tersebut. Kan aneh? Kok bisa terbit dan entah bagaimana proses terbitnya sertifikat tanah penyerobot itu.

Semoga Yang Maha Adil dan Maha Tahu memberikan keadilan. Amin 

Kamis, 18 April 2019

Selasa, 05 Maret 2019

KOLEKSI PHOTO


WALAU DIHUJAT SEMOGA ALLAH MENEGUHKANNYA
KARENA ISLAM UNTUK RAHMATAN LIL'ALAMIN

Gus Sa'dullah
Ketua LBM NU Semarang

ROMO YAI H. ANWAR SIROJ
Pendiri Ponpes Nurudh Dholam
Bangil Pasuruan Jatim

Sabtu, 02 Maret 2019

CITRA ELEKTRO SERVICE

citraservis.blogspot.com


CITRA ELEKTRO Jl. Sedayu Bend. No.31, Bangetayu Wetan, Genuk, Jawa Tengah 50115 0851-0224-9096 https://maps.app.goo.gl/rkjeZ


Menerima servis :

-TV

-amplifier / speaker aktif

-kipas angin

-magic com (dibawa lengkap)

-dll peralatan elektronik


Bisa dipanggil, tapi mohon untuk antri

Kebanyakan permintaan konsumen adalah sore / malam hari, sehingga ada yang menganggap bisanya malam hari.


Terima kasih

Rabu, 27 Februari 2019

BERGURU itu BARU MENGAJI

Ini benar-benar terjadi. Suatu waktu kami berbincang dengan seorang teman yang ternyata dia senang sekali mengaji / mengkaji ilmu, bagus sekali kesenangannya, tapi sayangnya mengajinya dengan buku terjemah dan tanpa guru, bukunya terjemah hadits bukhari, yang dari perbincangan itu diketahui bahwa dia telah memahami hadits dengan benar secara tekstual tapi tidak mengetahui asbabul wurudnya (sebab munculnya tsb) yang sehingga pemahamannya salah (yang halal jadi haram) dan itu telah dia ajarkan pada orang lain, dan ngaji yang seperti ini yang dikritisi (tidak diperbolehkan) oleh para ulama', karena kalau mengaji tanpa berguru maka gurunya adalah syetan, karena dia mengira pemahamannya benar dan ternyata terjerumus pada pemahaman yang salah.
   Ada ulama yang berfatwa bahwa mengaji kitab kuning hasil ijtihad para ulama' walaupun sudah tidak tertulis lagi al-quran dan haditsnya itu sama dengan mengaji al-quran dan hadits, mengapa? Karena kitab kuning itu hasil ijtihad para ulama' yang rujukannya bersumber dari al-quran dan hadits, sehingga kita sebagai orang awam yang minim akan ilmu ini (dan mungkin mustahil untuk dapat sampai ke derajat mujtahid) sudah seyogyanya untuk mengikuti para mujtahid melalui para syech guru kita sehingga sedapat mungkin kita terhindar  dari pemahaman yang salah.
Hasil perbincangan :
- yang halal menjadi haram
- cara bersuci mandi yang tidak sempurna (tidak sah)
Kalau mandi besarnya tidak sah, lalu bagaimana dengan shalatnya? Maka dari itu marilah kita mencari ilmu dengan guru sehingga ada yang menuntun kita, guru itu merupakan lentera penerang bagi kita yang masih buta ini yang akan menuntun kita menuju jalan yang terang benderang penuh ridlo ilaahi.

SANTRI

Menurut kami (walau terkadang keberadaannya dipandang sebelah mata dan tidak jarang pula fitnah menimpanya, seperti para pendahulunya para nabi) santri adalah manusia yang paling siap untuk menghadapi dan menjalani hidup, tidak terbayang besok akan jadi apa, maka dari itu santri dalam menuntut ilmu " LURUSKAN NIAT LILLAHI TA'ALA untuk mengurangi kebodohan diri, tidak berkeinginan untuk jadi apa-apa, menuntut ilmu selamanya ". Mereka melakoni perjalanan hidup dengan ilmunya. Yang penting "jadi apa-apa itu tidak penting", ridlo Allah-lah yang terpenting.

Santri tidak pernah membayangkan besok jadi apa, makan apa, kerja apa, karena mereka mempunyai keyaqinan bahwa Allah SWT telah menjamin rizqi semua makhlukNya. Santri bekerja proyekan bisa dan biasa, yang selain santri kerja proyekan tidak kalah banyaknya, dan bekerja seperti umumnya masyarakat juga bisa dan biasa. Mereka berpatokan yang penting halal, berkah dan diridloi Allah SWT.

Paling cocok untuk santri dalam mencari jodoh ya yang sekuffu (sama santrinya), karena biasanya lebih bisa menerima keadaan pasangannya, bisa sejalan & seperjuangan. Terkadang ada yang takut tentang masa depan anaknya jikalau pasangan hidup anaknya nanti adalah seorang santri, karena mereka belum tahu kalau santri itu serba bisa. Santri jangan risau, karena kalau sudah jodoh pasti akan datang.

رب زدني علما وارزقني فهما

أمين

Selasa, 26 Februari 2019

SUMUR MENGISI TIMBA

Ada yang mengistilahkan begitu, karena Romo Yai Zainuddin yang selaku Pengasuh Ponpes Nurudh Dholam ((jl. Pasar Baru no.375 Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Telp (0343)743539 @santri.nd)) bersedia meluangkan waktu untuk shillatur rahim dan merawat santri alumni dengan mengkaji kitab, sementara juga ada dari kalangan non alumni karena acara ini juga terbuka untuk umum. Walaupun kajian ini hanya selapan (35 hari) sekali, kami sebagai alumni (yang dablek-dablek ini) sangat bersyukur kepada Beliau yang telah meluangkan waktu untuk kami, membukakan hati kami, melimpahkan ilmu untuk kami. Terkadang kami malu kepada Beliau karena Beliau bersedia mengunjungi kami, tapi sebaliknya kami yang dablek-dablek ini jarang sekali mengunjungi Beliau.

Kajian tersebut berlangsung  di banyak tempat. Untuk senin malam selasa pahing bertempat di Solo, malam rabu pon di Kendal. Dulu malam kamis wage di Ngrimbu Karangawen Demak, tapi sekarang dirubah menjadi Minggu kliwon malam Senin legi setelah isya' (kalau tidak ada kepentingan perubahan).

Di bawah ini foto-foto di Karangawen